Hai gue Lita yang sebelumnya sama sekali nggak percaya kalau di dunia ini ada yang namanya cinta pada pandangan pertama. Tadinya gue berpikir kalau yang ada itu namanya nafsu pada pertemuan pertama sampai akhirnya gue bertemu sosok yang bikin gue kesemsem di kali pertama kita berjumpa (eaaaa).
Sebut saja namanya DOI. Sejujurnya nih, ya, doi nggak punya muka yang ganteng-ganteng amat. Menurut gue semua yang ada di dalam dirinya itu pas-pasan, tapi entah kenapa gue seneng aja gitu kalau ketemu sama doi setelah pertemuan pertama itu. Doi selalu bikin gue senyum dan ketawa meskipun kadang leluconnya itu sama sekali nggak lucu dan bikin gue bengong dulu sebelumnya. Doi punya senyuman yang lebar banget dan unik. Doi beda, deh, breh. Unik. Jadi berhubung mukanya itu paspasan, gue yakin kalau yang gue rasain itu bukan keyakinan gue kayak dulu, bukan nafsu pada pandangan pertama. Tetapi bener-bener jatuh cinta pada pandangan pertama meskipun akan sulit bagi gue untuk ketemu lagi sama doi. Yah...
Nah, usul punya usul, gue ngerasa kalau gue kayak pernah ngeliat doi gitu sebelumnya, tapi gue sama sekali nggak tahu kapan di mana gue ketemu sama doi (namanya juga perasaan, eehe).
Setiap malem gue selalu mikirin doi setelah pertemuan singkat degan doi beberapa hari itu, mikirin apa gue pernah ketemu sama doi sebelumnya atau nggak.
Tapi efek yang terjadi adalah....
Gini, lo pernah naik kora-kora? Ontang-anting? atau semacamnya? Waktu mikirin doi, gue malah ngerasa kalau gue lagi naik kora-kora. Perut gue serasa penuh kupu-kupu yang berterbangan. Akhirnya karena efek nggak bisa tidur, gue selalu stalking sosmed doi. Entah itu twitter, ataupun instagram hanya untuk ngelihat upload-uploadan dan caption lucu yang doi tulis.
Dan gue malah senyum-senyum sendiri ngebayangin doi dan lawakannya yang konyol. Dan juga berharap, gue bisa ketemu lagi sama doi. Dengan kenyataan bahwa, kalau masing-masing dari gue dan doi sama-sama saling merindu dan menyukai. #Eaaaaaaaaa







